Tanaman Obat Hipertensi

Tanaman obat hipertensi. Back to Nature, itulah slogan yang kerap kita dengar saat kita berhadapan dengan dunia pengobatan. Tidak hanya masyarakat awam, dokter sendiri pun punya impian bahwa pengobatan medis modern ini bersinergi dengan alam, sehingga memaksimalkan efek terapi dan mengecilkan, atau bahkan meniadakan efek samping. Di Indonesia pemanfaatan obat tradisional sudah dilakukan masyarakat sejak dulu, dan menjadi warisan nenek moyang secara turun temurun. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), sekitar 80 persen populasi dunia bergantung pada obat tradisional (herbal medicine).

Keampuhan obat tradisional dalam penyembuhan beragam jenis penyakit sudah tidak diragukan lagi. Banyak jenis penyakit yang bisa disembuhkan tanpa harus mengonsumsi obat kimiawi. Salah satu jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan penggunaan obat tradisional adalah Hipertensi. Banyak jenis tanaman obat Hipertensi yang bisa kita konsumsi seperti: daun salam, rumput laut, ketimun, blewah, mengkudu, temu hitam, bawang putih, bawang Bombay, dan banyak jenis tanaman lainnya.

Tujuan penggunaan tanaman obat Hipertensi adalah untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dengan memperbaiki penyebabnya sesuai filosofi tanaman obat sebagai obat konstruktif, yaitu memperbaiki / membangun organ atau sistem yang rusak yang mengakibatkan terjadinya Hipertensi. Tetapi mengingat 90 persen Р95 persen penyebab Hipertensi tidak diketahui  (hipertensi essensial) maka kerja dari tanaman obat dalam memperbaiki / membangun organ/sistem yang rusak juga diketahui. Sebagai akibatnya, karena penyebab Hipertensi yang tidak diketahui ini dipastikan lebih dari satu penyebab maka terdapat banyak tanaman obat yang ternyata cocok untuk banyak penderita yang berbeda satu sama lain. Penderita satu cocok dengan tanaman tertentu dan penderita yang lain cocok dengan tanaman lain.

mengkudu tanaman obat hipertensiSalah satu jenis tanaman obat Hipertensi adalah mengkudu. Tahun 1993 peneliti Universitas Hawaii berhasil memisahkan zat-zat scopoletin dari buah mengkudu. Zat ini mempunyai khasiat anti hipertensi atau dapat menurunkan tekanan darah. Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang menyempit dan melancarkan peredaran darah. Selain scopoletin, mengkudu juga mengandung zat aktif yang lain yaitu xeronine. Zat ini berfungsi sebagai diuretik atau meningkatkan produksi air kencing.

Bukti empiris tentang penggunaan tanaman obat hipertensi sebagai obat tradisional oleh nenek moyang kita selama beratus-ratus tahun terbukti relatif aman. Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan Republik Indonesia, telah mengeluarkan Undang-Undang No.381 tahun 2007 tentang Kebijakan Obat Tradisional Nasional. Di dalam salah satu subsistem SKN (Sistem Kesehatan Nasional) disebutkan bahwa pengembangan dan peningkatan obat tradisional ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas, baik untuk pengobatan sendiri oleh masyarakat maupun digunakan dalam pelayanan kesehatan formal. Penggunaan obat tradisional di Indonesia merupakan bagian dari budaya bangsa dan banyak dimanfaatkan masyarakat sejak berabad-abad yang lalu.

Nah, sekarang anda sudah tahu cara efektif untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit darah tinggi yakni dengan penggunaan tanaman obat Hipertensi. Banyak tanaman-tanaman yang ampuh di sekitar kita yang mampu melumpuhkan darah tinggi. Eksistensi aneka ragam tanaman sebagai obat penyakit darah tinggi pun diakui kehebatannya oleh para ahli kesehatan modern dunia. Para ahli kesehatan tersebut menyakini bahwa banyak tumbuh-tumbuhan yang memang mengandung zat-zat yang dapat melawan penyakit darah tinggi. Selamat mencoba!

Posted in Pengobatan Alami Tagged with: , , , , , , , ,