Sarang Semut Papua

Sarang Semut Papua adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus myrmecodia, suatu genus tanaman mirmekofita epifit yang berasal dari Asia Tenggara dan kepulauan besar yang terbentang sampai Queensland, Australia. Istilah myrmecodia berasal dari bahasa Yunani myrmekodes yang berarti ‘mirip semut’ atau ‘dikerumuni semut’. Sarang Semut Papua tumbuh pada dahan atau batang tumbuhan dan banyak ditemukan di daerah papua. Di alam, akar umbi Sarang Semut biasanya terjuntai pada cabang-cabang tanaman tanpa jumlah substrat yang signifikan, sehingga bergantung kepada proses simbiosis untuk kebutuhan nutrisinya. Tanaman ini menghantarkan sari makanan dan air melalui bongkot coklat keabu-abuan yang mengembang dan ditumbuhi duri-duri. Batangnya yang tebal dan tidak bercabang terbungkus oleh klipeoli dan alveoli yang juga mengandung duri dan dipenuhi oleh daun-daun kecil.

Berdasarkan penelitian ilmuan dunia, Sarang Semut ada 26 species. Menurut Martin Heil dari Departemen of Bio Organic Chevistry-Max Plant-Institute Jerman sejak tahun 1960 sudah menjadi wacana penelitian. Khasiatnya telah diuji dan terbukti satu-satunya tumbuhan penyembuh kanker dan tumor di dunia. Ditemukan di pedalaman Wamena (Papua) pada awal Januari 2005. Kesimpulan sekian peneliti setelah dibedah dengan alat rontgen (sinar X) ternyata mengandung flavonoida, glikosida, polifenol, antioksidan, vitamin, mineral, dan asam frominat. Di samping itu, Sarang Semut Papua juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker.

Selain kanker, Sarang Semut Papua juga dapat menyembuhkan gangguan jantung, terutama jantung koroner. Hingga kini mekanismenya memang belum jelas. Tetapi kemampuan Sarang Semut Papua untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut Papua, terutama kalsium dan kalium. Kemudian untuk stroke ringan maupun berat. Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut. Lalu untuk gangguan fungsi ginjal dan prostat. Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada di dalamnya.

Selain Sarang Semut Papua telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti yang telah disebutkan  di atas, hasil olahannya dalam bentuk teh juga dapat digunakan untuk melancarkan dan meningkatkan ASI. Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut Papua diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet). Kemudian bisa memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.

Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut Papua per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50.

Sebagai penutup, perlu ditekankan di sini bahwa dari sekian banyak spesies Sarang Semut Papua yang ada. Hanya ada tiga spesies yang berkhasiat obat sesuai dengan pengetahuan tradisional penduduk lokal di Asia Tenggara, yaitu H. formicarum, M. tuberosa dan M. pendans. Karena itu, demi keamanan pemakaian disarankan agar masyarakat bersikap berhati-hati dalam memilih jenis sarang semut yang tepat untuk pengobatan.

Posted in Pengobatan Alami, Tanaman Obat Tagged with: