Penyakit Degeneratif

Pernahkah anda mendengar nama penyakit degeneratif, dan tahukah artinya? Degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk.  Dari berbagai hasil penelitian modern diketahui, munculnya penyakit degeneratif mempunyai kaitan cukup kuat dengan bertambahnya proses penuaan usia seseorang. Meskipun  faktor keturunan juga berperan cukup besar. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, antara lain diabetes melitus, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, dislipidemia dan sebagainya.

Penyakit DegeneratifDari sekian jenis penyakit degeneratif tersebut beberapa diantaranya yang sangat ditakuti dan kerap dijumpai adalah penyakit jantung, diabetes, stroke, alzeheimer dan parkinson yang merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia jumlah penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. Pada masa sekarang, penyakit yang paling berbahaya bukan lagi penyakit yang berpuncak daripada kuman atau jangkitan virus. Sebaliknya, ia adalah penyakit kronik degeneratif yang berpuncak daripada kerusakan dan degeneratif sel secara berkumpulan dalam badan manusia.

Seiring perkembangan waktu, penyakit ini lebih banyak diderita oleh masyarakat perkotaan dibanding masyarakat pedesaan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM, Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menjelaskan, siapa pun bisa mengalami penyakit degeneratif. Resiko terbesar ada pada mereka yang gaya hidupnya jauh dari sehat. Secara alami, sebetulnya, organ akan mengalami penuaan. Biasanya gejala timbul di usia 40 tahun ke atas. Tetapi, kemunculannya bisa menjadi lebih cepat pada orang dengan gaya hidup tidak sehat, bahkan di masa remaja sekalipun. Dari tahun ke tahun, penyakit degeneratif angka kejadiannya di Indonesia semakin meningkat. Kemungkinan besar ada kaitannya juga dengan tingginya jumlah perokok di tanah air, pola hidup yang tak sehat, serta tingkat stres yang tingggi.

Penyakit degeneratif seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, hiperkolesterolemia, stroke, jantung koroner, kerusakan syaraf otak (pikun), artitis rematoid, dan penuaan kulit kini menjadi permasalahan kesehatan yang cukup serius dan menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Hampir tujuh belas juta orang meninggal lebih awal tiap tahunnya akibat penyakit degeneratif ini. Rata-rata 80% dari kematian akibat penyakit degeneratif ditemukan di banyak negara yang memiliki pendapatan nasional rendah dan sedang.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung komponen bioaktif. Dan komponen bioaktif dalam makanan dan minuman yang dipercaya dapat mencegah penyakit degeneratif ini adalah antioksidan. Antioksidan banyak terdapat pada buah dan sayur. Antioksidan alami terdiri dari tokoferol (vitamin E), vitamin C, vitamin A, dan juga provitamin β karoten serta selenium dan komponen fenolik (Sikora et al., 2008). Antioksidan yang  terdapat pada buah tropis terdiri dari karotenoid, fenolik, dan betalains, seperti yang ada pada buah naga. Bagi anda yang takut terkena penyakit diabetes melitus akibat pola hidup yang tidak sehat maka anda bisa mencoba untuk secara rutin mengonsumsi buah naga. Mengingat di dalam buah naga terkandung suatu zat yang bisa mengurangi kadar gula di dalam tubuh manusia secara alami. Diabetes melitus sendiri merupakan salahsatu dari penyakit degeneratif yang pada saat ini jumlah penderitanya sudah tergolong dalam jumlah yang sangat banyak, bahkan telah mengalahkan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi.

Penyakit degeneratif dapat dicegah dengan cara meminimalkan faktor-faktor risiko penyebabnya. Faktor-faktor risiko ini sebenarnya telah diketahui secara luas oleh hampir semua kalangan masyarakat. Faktor-faktor risiko utama penyebab penyakit degeneratif adalah pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi rokok. Ketiga faktor resiko ini meningkat seiring dengan perubahan kebiasaan makan masyarakat, ke arah konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, dan jenis pekerjaan yang tidak banyak mengeluarkan tenaga (sedentary). Organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan, sebanyak satu miliar orang di seluruh dunia menderita kegemukan, dan diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi lebih dari 1,5 miliar hingga tahun 2015, jika tidak ada upaya penanggulangan segera. Jadi, terapkanlah pola hidup sehat, agar kehidupan anda tidak bermasalah.

Posted in Penyakit