Obat Tradisional Diabet

obat tradisional diabetObat tradisional diabet apa ya ? Diabet adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti karena sekali terkena diabet akan menanggungnya seumur hidup. Penderita diabet harus selalu tergantung dengan obatnya. Tapi benarkah diabet tak bisa disembuhkan? Sampai saat ini diabet memang belum bisa disembuhkan, tapi penderita diabet bisa tidak mengonsumsi obat asalkan memiliki pola makan yang benar dan sehat, rajin melakukan olahraga seperti jogging, sepeda atau berenang. Serta hal yang paling penting adalah gula darahnya terkontrol dengan baik. Selain itu, harus rajin melakukan tes gula darah.

Penyakit ini sangat berpotensi menyebabkan kematian. Menurut WHO, diabetes adalah penyebab kematian nomor 4 di dunia yang diakibatkan oleh penyakit kronis. Tingginya angka penderita diabet ini ditengarai dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, yang ditandai dengan konsumsi makanan tak sehat, seperti fast food yang sarat kalori, juga gerak fisik yang minim dilakukan. Gaya hidup seperti ini mudah menimbulkan kegemukan (obesitas). Dengan berat badan berlebih, resiko seseorang terkena diabet juga semakin meningkat. Sangat disayangkan, gaya hidup tak sehat ini ternyata juga sudah diadopsi anak-anak, terutama di perkotaan. Menyantap fast food sudah jadi kegemaran mereka.

Jika penyakit diabet tak bisa disembuhkan, lantas apa solusi bagi orang yang terlanjur terkena penyakit ini? Selain menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari makanan yang tidak sehat, serta rajin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi obat tradisional diabet, seperti Javanony (jus mengkudu), dianggap sebagai suatu langkah bijak dalam upaya menghindari agar penyakit ini tidak meluas ke jaringan tubuh lainnya. Karena mengkudu memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang manfaatnya berkhasiat untuk diabet, seperti vitamin, serat alami, kalium, kalsium, fosfor dan masih banyak lagi kandungan nutrisi lainnya. Selain itu, buah mengkudu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi sehingga dapat membantu dalam proses penyembuhan diabet.

Tim Direktorat Teknologi Farmasi dan Medika, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, telah melakukan uji praklinis terhadap sari buah noni (mengkudu) dengan menggunakan hewan percobaan. Hal ini dilakukan guna memberikan klarifikasi ilmiah terhadap klaim khasiat mengkudu sebagai obat tradisional diabet. Percobaan dilakukan terhadap hewan coba mencit galur Balb C jantan dan betina yang dibuat dalam kondisi diabet dengan pemberian zat alloxan. Penelitian dilakukan tiga minggu dengan dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, atau setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. Ternyata, kadar gula darah menurun, baik jantan maupun betina, yang mendapat sari buah mengkudu dan penurunan kadar gula darah didapati lebih besar pada kelompok hewan yang mendapat sari buah mengkudu lebih lama (dua minggu dibanding satu minggu). Hasil uji khasiat terhadap kadar gula darah ini mendukung informasi empiris mengenai khasiat mengkudu sebagai penurun gula darah. Diduga, kandungan proseronin pada mengkudu mampu memperbaiki sel beta pankreas. Di dalam tubuh, proseronin diubah menjadi seronin yang mampu menyatukan peptida-peptida atau asam-asam amino menjadi protein. Pada pankreas yang rusak pun, protein banyak terpecah. Karena itu, seronin mampu meregenerasi sel-sel pankreas yang rusak.

Kemudian para ilmuwan Barat berhasil mengidentifikasi mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dr. Isabella Abbott misalnya, seorang ahli botani, pada tahun 1992 menulis, mengkudu semakin banyak digunakan orang sebagai obat tradisional diabet, termasuk juga kanker dan tekanan darah tinggi. Yang agak populer tampaknya hasil survei yang dilakukan Dr. Neil Solomon terhadap 8.000 pemakai sari buah mengkudu, termasuk 40 dokter dan praktisi medis. Hasilnya memperlihatkan, jus mengkudu membantu menyembuhkan 22 jenis penyakit. Antara lain : darah tinggi, kolesterol, stroke, kanker, asam urat, diabet, kelemahan seksual, rasa nyeri, depresi, gangguan ginjal, dan stres dengan tingkat keberhasilan 78%.

Apa yang telah dipaparkan di atas, kendati tidak secara detail, diharapkan bisa menjadi referensi bagi anda dalam upaya mencegah agar penyakit diabet tidak mendera kehidupan anda selamanya. Pemanfaatan tanam-tanaman yang tumbuh di sekitar kita sebagai obat tradisional diabet dinilai sebagai langkah tepat. Bukankah nenek moyang kita juga menggunakan tanaman tradisional sebagai benteng diri terhadap serangan penyakit?

Posted in Diabetes, Pengobatan Alami, Penyakit Tagged with: ,