Obat Jadi Racun ? Atau Racun Jadi Obat ?

Pengetahuan mengenai obat-obatan (pharmacy) berasal dari kata Yunani, pharmacon yang berarti racun. Mengonsumsi obat dapat diartikan memasukkan racun ke dalam tubuh. Bedanya, racun tersebut diberikan secara tepat dengan memperhitungkan dosis tertentu sehingga dapat menyembuhkan penyakit. Namun sekali racun, tetaplah racun. Tak ayal, obat-obatan terkadang justru menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Penyebab gangguan kesehatan tersebut antara lain karena keracunan obat dan alergi obat. Kesalahan memilih jenis obat, dosis, cara dan waktu pemakaian obat dapat menyebabkan keracunan obat. Untuk obat-obat keras yang diberikan lewat resep dokter, keracunan obat dapat dihindari apabila resep diberikan secara benar. Sedangkan untuk obat yang dijual bebas ada baiknya memperhatikan seksama aturan pakai sebelum mengkonsumsi obat.
Lain halnya dengan alergi. Pada dosis terapi pun, reaksi alergi bisa terjadi. Reaksi alergi adalah reaksi berlebihan sistem imun tubuh terhadap bahan tertentu, termasuk obat. Terjadinya alergi tidak dapat diprediksi sama sekali, tergantung respon tiap individu sesuai tingkat imunitas yang dimiliki.

Jenis obat yang kerap menimbulkan reaksi alergi antra lain: antibiotika penisilin dan turunannya, obat golongan sulfa, obat analgetik (penghilang rasa sakit), serta obat antipiretik (penurun panas). Gejalanya mulai dari yang ringan, misalnya terjadi biduran eksim atau bercak kemerahan pada kulit, terkadang juga dapat menyebabkan diare, dan gangguan pernafasan seperti bersin-bersin, pilek sampai sesak nafas. Yang paling parah, alergi dapat menyebakan syok anafilaksis, dimana pernderita kontan tidak sadar, sesak nafas, serta nadi tidak teraba, dan jika tidak segera mendapatkan pertolongan, dapat berakibat kematian.

Mengingat efek yang cukup fatal, alergi harus dicegah, kita dapat memperhatikan data rekam medis, atau catatan dokter, dan bila perlu melakukan tes alergi. Cara gampang lain supaya tidak menjadikan obat berbahaya bagi tubuh tentu saja dengan tidak sembarangan meminumnya, agar tidak me-refungsikan obat menjadi racun yang meracuni tubuh. (Rika – Majalah INFO OBAT)