Obat Herbal Pengencer Darah

Istilah darah kental atau kekentalan darah tak jarang kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi orang sering kali salah mengidentikkan kekentalan darah sebagai suatu keadaan darahnya dalam kondisi kental. Sebenarnya, darah kental atau hiperkoagulasi adalah keadaan di mana terdapat kecenderungan terbentuknya gumpalan bekuan darah atau trombus di dalam pembuluh darah. Bila trombus menyumbat aliran darah baik di pembuluh darah nadi (arteri) ataupun pembuluh darah balik (vena) disebut trombosis. Trombus yang terlepas dan terbawa di dalam sirkulasi darah disebut embolus. Trombosis yang terjadi di otak dapat menimbulkan gejala stroke, bila terjadi di mata dapat menyebabkan penglihatan yang tiba-tiba berkurang atau menghilang, dan bila terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut dan menimbulkan kematian mendadak.

Pengentalan darah atau dikenal dengan sindrom ACA (antibodi anticardiolipin) dapat berdampak buruk, termasuk terhadap kehamilan dan dapat menjadi biang keladi penyebab terjadinya keguguran berulang. Sayangnya, kondisi ini seringkali terlambat ditemukan dan terdeteksi sebagai penyakit lain. Pada kehamilan, pengentalan darah dalam lapisan plasenta menyebabkan pembentukan gumpalan darah beku atau trombosis, sehingga plasenta mengalami kerusakan jaringan (nekrosis). Selain itu, ACA juga berkaitan dengan meningkatnya risiko terjadinya gangguan pembekuan darah, sumbatan pembuluh darah nadi, keguguran berulang dan kekurangan trombosit.

herbal pengencer darahBagi anda yang kini tengah menderita penyakit kekentalan darah tak perlu risau. Seperti kata pepatah “Tak satu jalan menuju Roma”, semua masalah kesehatan bisa diatasi. Tentunya harus didukung oleh sikap anda sendiri, seperti menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergiizi, melakukan aktivitas fisik (olahraga) secara rutin. Solusi lainnya adalah dengan memanfaatkan tanam-tanaman sebagai obat herbal pengencer darah, seperti jahe merah. Jahe merah dapat membantu mencegah penyakit hati, menurunkan tekanan darah, dan mencegah penggumpalan darah yang mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Khasiat lainnya, bahwa jahe merah juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan berbagai penelitian menyatakan bahwa red ginger atau jahe merah dapat membantu memperbaiki gangguan pencernaan, masuk angin, penguat lambung, sakit encok, mual, pusing, serta sakit pinggang. Dan penelitian terakhir menyatakan bahwa red ginger mempunyai efek mengencerkan darah yang bekerja seperti aspirin.

Obat herbal pengencer darah lainnya yaitu buah merah. Kandungan tokoferol pada buah merah yang memiliki nama latin Pandanus conoideus Lam, orang Papua biasa menyebutnya dengan nama Kuansu, dapat mengencerkan darah sekaligus memperlancar sirkulasi darah, sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.

Tanaman berkhasiat lainnya sebagai obat herbal pengencer darah adalah mengkudu (morinda citrifolia). Mengkudu (noni) telah digunakan sebagai obat lebih dari 2.000 tahun di Polinesia. Saat ini buah mengkudu sudah dikemas sedemikian rupa dalam bentuk minuman kesehatan sehingga lebih praktis. Setelah diuji klinis, aman digunakan sebagai obat herbal untuk memperlancar peredaran darah. Fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan penelitian tentang kandungan mengkudu dan hasil yang didapat adalah sari buah mengkudu mampu menurunkan kontraksi otot jantung, sehingga jantung menjadi lebih tenang, hal ini menurunkan resiko terjadi jantung koroner. Selain itu, detak jantung juga mampu menjadi lebih teratur dan aliran darah lebih lancar.

Obat herbal pengencer darah lainnya ada daun sirsak. Daun sirsak (Graviola) telah diuji secara laboratorium sejak tahun 1970 sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil tes menunjukkan khasiat daun sirsak secara efektif memilih target dalam membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda-beda. Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat antikanker di dalam daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan. Bukan hanya itu, daun sirsak juga mampu melenturkan saluran pembuluh darah dan mengencerkan darah sehingga baik juga untuk pengidap penyakit darah tinggi.

Itulah sekelumit referensi tentang obat herbal pengencer darah yang bisa saya sumbangkan buat anda. Perlu anda ketahui, tanaman telah digunakan untuk tujuan pengobatan jauh sebelum sejarah. Tulisan papirus kuno Cina dan Mesir menjelaskan tentang penggunakan obat untuk tanaman semenjak 3.000 SM. Budaya asli (seperti Afrika dan penduduk asli Amerika) menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam cara penyembuhan mereka. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di wilayah nusantara dari abad ke 5 sampai dengan abab ke 19, tanaman obat merupakan sarana paling utama bagi masyarakat tradisional kita untuk pengobatan penyakit dan pemeliharan kesehatan. Kerajaan di wilayah nusantara seperti Sriwijaya, Mojopahit dan Mataram mencapai beberapa puncak kejayaan dan menyisakan banyak peninggalan yang dikagumi dunia, adalah produk masyarakat tradisional yang mengandalkan pemeliharaan kesehatannya dari tanaman obat.

Posted in Pengobatan Alami, Tanaman Obat Tagged with: , , , , , , , ,