Obat Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes  Melitus tipe 2 atau disebut juga dengan obesity related diabetes atau Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) dapat menyerang siapa pun tanpa memandang usia. Umumnya gejala awal diabetes melitus tipe 2 tidak dapat dideteksi. Bahkan, satu dari tiga orang pengidap diabetes tipe 2 tidak mengetahui jika dia mengidap penyakit  tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini. Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinnya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.

Diabetes melitus terdiri dari dua tipe yaitu, tipe pertama diabetes melitus yang disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan life style atau gaya hidup. Secara umum, hampir 80 % prevalensi diabetes melitus adalah diabetes melitus tipe 2. Ini berarti gaya hidup/life style yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi diabetes melitus. Bila dicermati, penduduk dengan obes mempunyai risiko terkena diabetes melitus lebih besar dari penduduk yang tidak obes. WHO merekomendasikan, strategi yang efektif perlu dilakukan secara terintegrasi, berbasis masyarakat melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk swasta. Dengan demikian, pengembangan kemitraan dengan berbagai unsur di masyarakat dan lintas sektor yang terkait dengan diabetes melitus di setiap wilayah merupakan kegiatan yang penting dilakukan. Oleh karena itu, pemahaman faktor risiko diabetes melitus sangat penting diketahui, dimengerti dan dapat dikendalikan oleh para pemegang program, pendidik, edukator maupun kader kesehatan di masyarakat sekitarnya.

Gejala klasik diabetes melitus tipe 2 antara lain poliuria (sering berkemih), polidipsia (sering haus), polifagia (sering lapar), dan berat badan turun. Gejala lain yang biasanya ditemukan pada saat diagnosis antara lain: adanya riwayat penglihatan kabur, gatal-gatal, neuropati perifer, infeksi vagina berulang, dan kelelahan. Meskipun demikian, banyak orang tidak mengalami gejala apapun pada beberapa tahun pertama dan baru terdiagnosis pada pemeriksaan rutin. Pasien dengan diabetes melitus tipe 2 jarang datang dalam keadaan koma hiperosmolar nonketotik (yaitu kondisi kadar glukosa darah sangat tinggi yang berhubungan dengan menurunnya kesadaran dan tekanan darah rendah). Diabetes melitus tipe 2 pada mulanya diatasi dengan meningkatkan olahraga dan modifikasi diet. Bila kadar glukosa darah tidak turun melalui cara ini, pengobatan misalnya dengan metformin atau insulin, mungkin diperlukan. Pasien yang menggunakan insulin harus memeriksa kadar glukosa darah secara rutin.

Bagi anda yang menderita penyakit diabetes melitus, jangan khawatir, karena di sekitar kita terdapat banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat diabetes melitus tipe 2. Daun sirsak misalnya. Khasiat daun sirsak mengandung zat gizi yang sangat penting untuk tubuh. Daun dan buah sirsak mengandung senyawa penting, seperti fruktosa, lemak, protein, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, dan Vitamin B, kemudian senyawa golongan tanin, fitosterol, dan alkaloida, serta asetogenin. Kandungan dalam daun sirsak tersebut selain memiliki sifat antikanker dan antitumor juga mampu mengobati diabetes melitus tipe 2 dengan tuntas aman dan tanpa efek samping.

Kemudian kulit manggis, juga dapat digunakan sebagai obat diabetes melitus tipe 2. Khasiat kulit manggis sebagai obat diabetes melitus 2 telah teruji secara ilmiah. Kulit manggis mengandung antioksidan luar biasa yang benama xanthones. Menurut Dr Templeman, meskipun percobaan laboratorium ujicoba pada manusia tidak cukup atau belum ada, dia yakin dengan hasil klinis bahwa xanthones bertindak untuk mengurangi resistensi insulin, yang rusak dalam diabetes tipe 2. Selain itu, Jerman memperlakukan neuropati perifer dengan antioksidan, dan semua menuju untuk komplikasi penderita diabetes melitus akibat kerusakan radikal bebas.

Memahami diabetes melitus harus dilakukan secara menyeluruh, baik faktor risikonya, diagnosanya maupun komplikasinya. Dan kendalikan diabetes sangatlah penting dilaksanakan sedini mungkin, untuk menghindari biaya pengobatan yang sangat mahal. Bahkan sejak anak-anak dan remaja, gaya hidup sehat dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olahraga, tidak merokok, serta rutin mengonsumsi obat diabetes melitus tipe 2  merupakan kebiasaan yang baik dalam pencegahan diabetes melitus. Oleh karena itu, peran para pendidik baik formal maupun informal, edukator diabetes melitus dan para kader sangat memegang peranan penting untuk menurunkan angka kesakitan diabetes melitus.

Posted in Diabetes, Penyakit Tagged with: , , , , , , , , ,