Komplikasi Diabetes Melitus

komplikasi diabetes

Meski bukan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, diabetes melitus merupakan penyakit yang harus anda waspadai. Ini karena penyakit ini bisa jadi suatu awal dari penyakit lainnya. Bahkan di beberapa kasus, komplikasi yang disebabkan oleh diabeteslah yang paling sering menyebabkan kematian. Nah, bagi anda penderita diabetes maupun bukan, penting mengenal dan mempelajari komplikasi-komplikasi diabetes melitus. Selain untuk menambah wawasan anda, informasi ini juga baik sebagai pendorong tindakan-tindakan pencegahan yang seringkali diabaikan oleh para penderitanya.

Seperti yang telah disinggung di awal tadi, bahwa penyakit diabetes akan mengundang banyak komplikasi jika tidak ditangani dengan benar. Komplikasi diabetes ini biasanya muncul setelah menderita diabetes dalam jangka waktu lama. Namun komplikasi diabetes melitus ternyata juga muncul sesaat setelah didiagnosa diabetes. Komplikasi yang satu ini dikenal dengan komplikasi awal, sedangkan yang muncul setelah menderita diabetes dalam jangka waktu yang lama disebut komplikasi lanjutan.

Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita dan penyakit kronik yang serius di Indonesia saat ini. Setengah dari jumlah kasus diabetes melitus tidak terdiagnosa, karena pada umumnya diabetes tidak disertai gejala sampai terjadinya komplikasi. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosio ekonomi. Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi sebesar 1,5-2,3 % pada penduduk usia lebih besar dari 15 tahun. Dan jika melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi diabetes melitus sebesar 2 %, akan didapatkan 3,56 juta pasien diabetes melitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditangani sendiri oleh para ahli diabetes melitus.

Penyakit diabetes melitus jika tidak diatasi dapat mengganggu organ-organ dalam tubuh. Salah satunya ialah kulit. Kerusakan pada kulit akan terjadi dan akan sulit untuk disembuhkan melihat kandungan darah dalam tubuh yang banyak mengandung gula. Selain kulit, penderita diabetes melitus juga bisa terserang komplikasi pada organ kepala atau otak. Ini termasuk yang parah. Komplikasi pada otak atau kepala dapat merusak syaraf yang menyebabkan stroke. Selanjutnya, mata juga merupakan organ lain pada tubuh kita yang bisa terserang komplikasi diabetes melitus. Problem mata yang bisa muncul antara lain adalah katarak, glukoma, gangguan pada retina, dan lainnya. Pada organ hidung, diabetes melitus bisa mengurangi kemampuan hidung dalam penciuman.

Salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering terjadi pada pasien diabetes adalah masalah kaki. Misalnya, luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh, infeksi bakteri atau jamur, dan yang paling berat adalah pembusukan jaringan, sehingga tidak jarang penderitanya terpaksa amputasi. Menurut dr. Yoane Lisa, DK, masalah ini disebabkan oleh dua hal, yakni aliran darah yang buruk dan kerusakan saraf tepi. Dimaksud dengan aliran darah yang buruk, adalah kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga aliran darah terganggu.

Penanganan terhadap penderita diabetes melitus selama ini ternyata masih terfokus pada kadar gula dalam darah saja. Padahal, pengobatan diabetes melitus yang tidak ditangani secara benar sangat berpotensi merusak organ-organ tubuh lain (komplikasi), yang bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Therapy penyembuhan yang terbilang efisien untuk penderita diabetes melitus umumnya dikerjakan dengan jalan mengontrol kandungan gula darah, dengan cara terartur serta mengaplikasikan aksi pencegahan komplikasi diabetes melitus dengan cara terpadu, seperti diet serta berolahraga yang teratur. Tetapi pola penyembuhan untuk penderita diabetes melitus tidak cukup cuma dengan turunkan kandungan gula dalam darah. Penyembuhannya mesti dikerjakan dengan cara komprehensif serta holistik mulai sejak awal untuk menghindar munculnya komplikasi penyakit lain yang dapat meneror jiwa penderita. Satu diantaranya dengan memerhatikan serta mengawasi proses masuknya kandungan gula ke beberapa sel tubuh lain, hingga beberapa sel itu bisa kembali normal serta mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi.

Posted in Diabetes, Penyakit Tagged with: , , , , , , , , ,