Halalkah Semut Jepang

Halalkah Semut Jepang ?

Semut Jepang adalah hewan asli dari negara Jepang, disebut ari. Untuk memelihara serangga ini tak sulit, selain tak memakan tempat yang luas, cukup menggunakan media sederhana seperti toples bekas dan kapas. Sementara makanannya ragi alat pembuat tape. Cara budidayanya, semut ini dimasukan ke dalam toples berisi kapas, tutupnya diberi lubang. Semut bertelur dan menetas seperti ulat terhitung satu bulan. Dan empat pekan kemudian, semut ini sudah bisa dipanen. Adapun ciri-ciri Semut Jepang adalah berbadan keras, bersayap tetapi tidak dapat terbang, hidup berkelompok, suka reproduksi, dan bukan hewan kanibal.

Penggunaan Semut Jepang sebagai pengobatan alternatif sebaiknya tidak asal dikonsumsi. Melainkan disesuaikan dengan kemampuan/daya tahan tubuh penderita. Perlu diperhatikan juga, imunitas dan daya tahan setiap orang berbeda-beda. Masyarakat Jepang sendiri sudah sangat hafal dengan banyaknya manfaat Semut Jepang, sehingga mereka sering menjualnya sebagai oleh-oleh dari Negeri Sakura tersebut yang ditawarkan ke pada para wisatawan. Mengenai manfaatnya, Semut Jepang memang mengandung beberapa zat enzim yang dapat membantu menyembuhkan atau juga mengobati penyakit. Manfaat-manfaat dari Semut Jepang di antaranya: Mengatur kadar kolesterol. Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh kita tetapi tidak sedikit dari kita yang mengonsumsi kolesterol terlalu berlebihan. Seperti mengonsumsi makanan-makanan bersantan ataupun makanan laut. Semut Jepang dapat membantu mengaturnya baik bagi penderita kolesterol tinggi maupun normal.

Manfaat Semut Jepang lainnya adalah untuk mengobati dan meringankan penyakit jantung. Mengobati dan meringankan penyakit asam urat, khusus orang dengan kadar asam urat tinggi di tubuh. Lalu menjadikan jumlah gula di darah menjadi stabil, cocok untuk orang yang terserang penyakit diabetes. Menjadikan tekanan darah stabil, khususnya untuk orang yang menderita hipertensi (penyakit darah tinggi). Serta mampu menambah vitalitas dari pria maupun wanita. Semut Jepang cocok bagi pria maupun wanita dengan jam kerja tinggi serta kesibukan untuk sehari-harinya. Tubuh pun dapat menjadi lebih segar dengan Semut Jepang.

Dunia pengobatan alternatif semakin berkembang dengan penemuan-penemuan para pakar kesehatan. Di antara penemuan tersebut adalah Semut Jepang. Yaitu salah satu spesies serangga kecil yang berasal dari Jepang yang ternyata mempunyai manfaat banyak sekali bagi kesehatan manusia. Namun pertanyaannya, halalkah Semut Jepang bila dikonsumsi dengan tujuan untuk pengobatan? Jawabannya : hukumnya boleh, bila Semut Jepang tersebut bisa dijadikan obat menurut sepengetahuan pengonsumsi atau ada informasi dari dokter muslim yang adil dan ahli dan tidak mampu mendapatkan obat dari barang suci yang berkhasiat.

Masih seputar pertanyaan halalkah Semut Jepang, menurut uraian kaidah hukum adalah kembali kepada hukum asal makanan yakni halal, karena tidak ada nash tegas maupun qiyas yang relevan untuk mengharamkannya ataupun memasukkannya dalam kategori khabaits (najis). Hanya berdasarkan perasaan geli dan jijik yang nisbi (relatif) itu tidak dapat dijadikan hukum. Karena juga relatif jijik atau tidak pada masing-masing orang. Hukum itu dibangun di atas dasar kepastian dan universalitas. Sebagian ulama mengatakan bahwa boleh mengonsumsi Semut Jepang dan semua serangga selama aman dari racun (secara medis maupun pengalaman empirik), ataupun bakteri yang membahayakan kesehatan. Apalagi sampai kini secara empirik dan medis belum ditemukan indikasi yang membahayakan dan kita tidak dituntut oleh Allah untuk mengetahui sesuatu di luar kemampuan kita, sehingga kita terhalang dari memanfaatkan apa yang Allah ciptakan untuk kita.

Lalu halalkah Semut Jepang bila dibisniskan? Agrobisnis Semut Jepang untuk pengobatan maka hukumnya lebih ringan lagi. Meskipun kita telah mendudukkan hukum asalnya yakni halal. Adapun mengenai media hidupnya yang sebagian dari barang halal yaitu kapas dan makanannya yang hanya ragi tape. Yang dimakruhkan ulama yakni binatang yang sebagian besar media hidupnya barang-barang najis. Dan menurut ulama kotoran binatang yang dimakan dagingnya seperti unta, sapi tidak najis, di samping itu bukan makanan pokok satu-satunya. Itupun masih diperselisihkan ulama dan paling berat mereka menghukuminya makruh tidak sampai haram. Demikian pula bisnis dalam hal ini hukum prinsipnya juga halal termasuk mengonsumsinya untuk obat-obatan. Selama tidak ditemukan unsur-unsur lain yang mengharamkannya.

Bagaimana, Apakah Anda masih belum yakin dan masih ragu halal tidaknya semut jepang? Banyak alternatif lain kok selain semut jepang yang terbukti berkhasiat untuk mengatasi bermacam penyakit. Herbal herbal berbahan dasar mengkudu, aloe vera, jahe merah, madu australia, daun sirsak dll. Silakan kunjungi halaman depan website ini, ada aneka produk herbal premium yang bisa anda sesuaikan dengan kondisi terapi yang anda butuhkan. Klik disini untuk ke halaman depan!

Posted in Pengobatan Alami, Tanaman Obat