Gejala Tumor Otak

Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Semua itu dapat dilaksanakan bersamaan karena diatur oleh bagian otak yang berbeda-beda. Ya, otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak ternyata bisa terkena tumor maupun kanker. Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, namun di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa.

TUMOR OTAKTumor otak dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumor otak primer dan tumor otak sekunder. Hal yang membedakan keduanya adalah awal pertumbuhan dari sel otak. Faktor penyebab dari kedua jenis penyakit tersebut juga berbeda. Pada jenis tumor otak primer, sel tumor mulai tumbuh pada organ otak atau dalam jaringan yang dekat dengan organ otak, seperti dalam membran otak (meninges), saraf kranial, kelenjar pituitary, atau kelenjar pineal. Tumor otak primer dapat terjadi akibat sel-sel normal mengalami kesalahan mutasi dalam DNA mereka. Namun, bila dibandingkan dengan tumor otak sekunder, tumor otak primer lebih jarang terjadi. Sementara tumor otak sekunder merupakan hasil dari adanya sel kanker yang tumbuh di tempat lain dalam tubuh anda yang kemudian menyebar atau bermetastasis ke organ otak. Bila dibandingkan dengan tumor otak primer, jenis tumor otak ini lebih sering dialami oleh manusia, khususnya pada orang yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Alasan yang tepat mengapa anda dapat terkena tumor otak tidak sepenuhnya dipahami saat ini. Kebanyakan tumor otak diperkirakan berkembang dari perubahan sel-sel otak yang tidak biasa dan acak, tetapi apa yang menyebabkan ini tidak diketahui. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan resiko terkena tumor otak, termasuk : usia anda – semakin tua anda, semakin besar kemungkinan anda untuk terkena tumor otak. Memiliki penyakit bawaan – misalnya, neurofibromatosis (suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sel-sel saraf). Terkena radiasi dosis tinggi – misalnya, jika anda menjalani radioterapi untuk kepala anda sebagai pengobatan untuk kanker lain. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah – misalnya, jika anda terinfeksi HIV/AIDS, atau jika anda pengguna obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Tumor otak berasal dari pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar. Terdapat kondisi yang memicu pertumbuhan sel-sel tersebut di luar batas normal dan terjadilah tumor. Ketika tumor ini mencapai ukuran tertentu, akan nampak beberapa gejala klinis. Meskipun gejala-gejala klinis yang muncul berkaitan erat dengan lokasi dan ukuran tumor otak tersebut, gejala paling umum adalah sakit kepala hebat yang semakin parah di pagi hari, yang kadang dibarengi dengan mual dan muntah, serta gangguan penglihatan seperti kabur atau penglihatan ganda. Penderita dapat juga mengalami kebingungan, perubahan ciri kepribadian, rasa lemah pada lengan atau kaki, cadel, penurunan fungsi pendengaran, hingga epilepsi. Jika gejala tumor otak tersebut terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tumor otak pada anak-anak adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Menurut para ahli dari NCBI, tiga dari empat anak dapat bertahan hidup setelah didiagnosa dengan tumor otak. Oleh sebab itu, penting bagi orang-tua untuk mengenali berbagai gejala tumor otak sejak awal agar dapat segera diatasi dengan tepat sehingga komplikasi atau efek samping dari penyakit ini, seperti kerusakan pada sistem saraf, dapat dicegah.

Penderita tumor otak di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurut data, pada tahun 2008 penderita tumor otak, termasuk kanker otak dan leukimia sebanyak 12,7 juta jiwa. Angka itu terus meningkat hingga mencapai 22,2 juta jiwa di tahun 2010. Diprediksi pada tahun 2030 terjadi peningkatan penderita tumor maupun kanker otak termasuk leukimia sebesar 75%. Penyebabnya karena sering mengkonsumsi junk food, tingkat kemalasan yang tinggi sehingga jarang berolahraga serta perokok baik aktif maupun pasif. Dengan semakin meningkatnya angka penderita tumor otak, penting untuk mengenali gejala tumor otak sedini mungkin. Ingat, deteksi dan penanganan dini akan membawakan hasil yang lebih baik. Tapi, terkadang banyak pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap tumor, karena penyakit ini adalah penyakit yang diam-diam berkembang secara cepat.

Posted in Penyakit, Tumor Tagged with: , , , , , , , ,