Gejala Hepatitis C

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Penyakit hepatitis yang umum terjadi di Indonesia adalah penyakit hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Semua penyakit hepatitis tersebut sama-sama disebabkan oleh virus, hanya media penularannya saja yang berbeda. Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV), yang secara genetik amat variatif dan memiliki angka mutasi tinggi, sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka ragam.

Penyakit hepatitis C disebabkan oleh serangan dan inveksi dari virus hepatitis C, atau yang sering disebut dengan virus HCV. Penyakit hepatitis C dapat menular ke orang lain. Cara penularannya bisa dengan beberapa cara, seperti transfusi darah, penggunaan jarum suntik secara bersamaan, dan pemakaian peralatan medis yang tidak terjaga kesterilannya. Hingga saat ini penyakit hepatitis C belum bisa diobati hingga tuntas, bahkan belum ditemukan vaksin yang dapat melumpuhkan virus penyebab penyakit ini. Penderita hepatitis C seringkali tidak menyadari bahwa dirinya telah positif terinfeksi virus, sehingga ketika kondisinya sudah sangat parah seringkali terlambat melakukan pengobatan.

Adapun gejala hepatitis C adalah, adanya perasaan mudah lelah yang sangat ekstrem. Biasanya penderita hepatitis C ini akan mengalami penurunan kondisi fisik dibanding ketika pada saat normal. Kemudian berkurangnya nafsu makan. Kondisi ini secara sekilas adalah hal yang banyak dialami oleh orang-orang ketika kondisi fisiknya sedang kurang fit. Namun, jika terjadi dalam jangka waktu lama perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan oleh penderita.

Selain adanya perasaan mudah lelah dan berkurangnya nafsu makan, gejala hepatitis C lainnya adalah urine berwarna gelap, mual muntah, kembung, demam, menggigil, sakit kepala. Gejala yang ditimbulkan hepatitis C umumnya lebih ringan dibanding hepatitis B. Gejala mulai berkurang setelah beberapa minggu diikuti turunnya SGPT (ALT). Kadang-kadang ditemukan penderita yang tanpa gejala. Bila VHC-RNA menetap di dalam darah selama 6 bulan atau lebih, maka infeksi VHC sudah menjadi kronik. Studi prospektif menunjukkan bahwa sekitar 60 sampai 85 persen penderita hepatitis C menjadi kronik.

Penyakit kuning adalah salah satu gejala hepatitis C yang menyebabkan mata, kulit, sampai kuku berubah warna menjadi kuning. Umumnya hepatitis C dapat sembuh dengan istirahat yang cukup dan makan dengan gizi seimbang. Sebenarnya gejala penyakit ini tidak terlalu mencolok, kecuali seperti terkena penyakit flu biasa. Hal ini sering menyebabkan orang tidak menyangka bila sudah terkena hepatitis C. Jalan satu-satunya untuk mengetahui apakah seseorang terkena atau tidak adalah melalui tes darah. Bila tes darah membuktikan terkena virus hepatitis C, maka cara pengobatannya sama dengan hepatitis A dan hepatitis B.

Jika anda penderita hepatitis C, anda tidak dapat menularkan hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi hepatitis C dapat menularkan ke orang lain dua minggu setelah terinfeksi pada dirinya. Semoga artikel mengenal gejala hepatitis C ini bermanfaat untuk anda.

Posted in Penyakit