Efek Samping Obat Hipertensi

Efek Samping Obat HipertensiEfek samping obat hipertensi paling tidak ada tujuh. Menurut situs Asosiasi Jantung Amerika, di Amerika Serikat, satu dari tiga orang dewasa memiliki tekanan darah tinggi, tetapi hanya 61% berada di bawah perawatan dan sekitar dua pertiga tidak memiliki kendali atasnya. Pada tahun 2004, penyakit ini menewaskan lebih dari 50.000 orang di AS, namun American Heart Association menyatakan bahwa tekanan darah tinggi dengan mudah dideteksi dan dapat diobati.

Beberapa pasien hipertensi menolak melakukan pengobatan lantaran takut terhadap berbagai macam komplikasi yang dapat timbul karena efek obat-obatan yang dikonsumsi.

Berikut tujuh komplikasi efek samping obat hipertensi yang mungkin akan dirasakan.

1. Batuk

Obat yang paling sering digunakan untuk tekanan darah tinggi adalah golognan ACE inhibitors. Tetapi satu kelemahannya ialah dapat menyebabkan batuk terus menerus pada 10% sampai 15% dari penderita.

2. Kelelahan dan Pusing

Ketika orang mulai mengambil obat tekanan darah, masalah yang paling umum adalah kelelahan dan kelesuan pasien terutama yang lebih tua. Apa alasan utama dari kelelahan ini? Keluhan ini merupakan masalah yang paling umum saat penderita mulai mengonsumsi obat-obatan hipertensi, terutama pada orang tua. Hal ini terjadi karena tekanan darah meningkat kemudan diturunkan dengan obat, maka akan terjadi pengurangan aliran darah di beberapa pembuluh darah. Penurunan aliran darah ini dapat menyebabkan kelelahan dan pusing.

3. Sering Kencing

Jenis obat diuretika sering membuat penderita buang air kecil. Salah satu diuretik yang paling umum digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah hydrochlorothiazide. Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk diminum pada pagi atau siang hari.

4. Retensi Cairan

Pada umumnya setiap jenis obat hipertensi yang bukan diuretika bisa menyebabkan edema atau retensi cairan. Calcium channel blockers seperti amlodipine dan nifedipine diketahui bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di kaki. Hampir setiap obat untuk hipertensi yang tidak diuretic dapat menyebabkan edema atau retensi cairan di kaki. Obat-obatan farmasi ini juga bisa memperburuk kondisi gagal jantung atau gangguan jantung lainnya. Jika mulai merasakan hal tersebut, segeralah mengkonsultasikannya kepada dokter.

5. Disfungsi Seksual

Kebanyakan laki-laki menghindari pengobatan hipertensi karena takut mengalami impotensi. Sebab memang beberapa jenis obat golongan beta blockers (Inderal) yang menurunkan tekanan darah berpotensi menyebabkan impotensi. Namun beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa penyebab sebenarnya kemungkinan adalah penyakit pembuluh darah akibat hipertensi yang diderita selama beberapa tahun dan pasien justru tidak menggunakan obat-obatan secara teratur.

6. Aritmia jantung

Obat golongan diuretic, yang umumnya diresepkan untuk menurunkan tekanan darah, dapat mengurangi kadar kalium (hypokalemia) dalam tubuh dan menyebabkan aritmia jantung, atau irama jantung yang abnormal. Obat lain seperti calcium channel blockers dan beta blockers dapat memperlambat denyut jantung. Oleh karena itu selalu konsultasikan dengan dokter. Peresepan dosis rendah diuretic dan menggunakan obat dalam kombinasi bisa mendapatkan hasil yang diinginkan dan efek samping yang sedikit. ACE inhibitor dan angiotensin receptor blocker jika dikombinasikan dengan diuretic melindungi terhadap penurunan kalium.

7. Reaksi alergi

Reaksi alergi serius terhadap obat-obat tekanan darah jarang terjadi, tetapi layak diperhatikan karena bisa berbahaya. Alergi terhadap inhibitor ACE atau angiotensin reseptor blocker yang biasa terjadi. Obat ini dapat menyebabkan pembengkakan berbahaya pada wajah dan tenggorokan sehingga dapat menghalangi saluran udara, atau disebut sebagai angioedema. Bengkak tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba, biasanya dimulai sekitar bibir dan wajah, kadang-kadang dengan sesak nafas dan mengi. Hal ini dapat mengancam kehidupan. Oleh karena itu, jika hal ini terjadi, segera larikan ke rumah sakit.

Dan efek samping konsumsi obat dalam jangka panjang adalah rusaknya ginjal dan hati anda. Demikianlah 7 efek samping obat hipertensi.

Jika anda saat ini ingin mengatasi hipertensi / menurunkan darah tinggi tapi tidak mau mengkonsumsi obat kimia, pilihan mengkonsumsi obat herbal jus mengkudu adalah pilihan yang tepat. Ada banyak pilihan produk jus mengkudu yang bisa anda lihat disini www.javanonyshop.com Memang sedikit mahal, namun produknya berkualitas internasional dan sudah dikirim ke Jepang, Korea Selatan, Afrika dan Itali untuk mengatasi bermacam penyakit termasuk menurunkan darah tinggi / hipertensi.

Beberapa tulisan yang bisa kami rekomendasikan diantaranya sebagai berikut.

Obat Herbal Kolesterol

 

Posted in Hipertensi, Penyakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>