Cara Mencegah Penyakit Diabetes

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti ‘gula madu’. Istilah diabetes melitus berasal dari bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer, dan dari bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi ‘semanis madu’. Pengertian dari bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula.

Sebenarnya penyakit gula ini bukanlah penyakit yang datang secara tiba-tiba. Namun telah melalui proses secara bertahap dalam jangka waktu bertahun tahun, sehingga apa yang anda lakukan sekarang akan berdampak pada kesehatan anda saat usia senja. Sebagian besar penderita penyakit diabetes menyadari jika mereka mengidap diabetes setelah terdeteksi cukup parah. Dan setelah didiagnosis ternyata zat gula dalam darah mereka telah melewati ambang batas normal. Dengan demikian sebenarnya semua sudah terlambat. Asal tahu saja, sebenarnya penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang sangat sukar sembuh, dengan kata lain tidak dapat sembuh.

Bagaimana

Cara Mencegah Penyakit Diabetes ?

Seseorang menderita diabetes terjadi karena beberapa hal, antara lain pola makan yang salah, riwayat keluarga penderita diabetes melitus, kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan usia di atas 40 tahun. Cara mencegah penyakit diabetes adalah mengubah gaya hidup yang salah, dan memperbaiki pola makan. Gaya hidup sehat yaitu pola makan dengan gizi seimbang, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup. Dan ciri-ciri seseorang menderita diabetes adalah luka yang tidak sembuh-sembuh, dan cenderung membusuk, sering kencing (poliuri), rasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi), serta banyak makan (polifagi).

Penyakit diabetes melitus di Indonesia sendiri disebabkan karena masyarakatnya belum bisa membatasi konsumsi gula tambahan. Gula tambahan misalnya adalah, gula pasir dalam pembuatan sirup atau jus. Maltodextrin dan juga dextrosa adalah gula tambahan berbahan dasar jagung sedangkan isomaltulose olahan dari madu dan gula tebu. Berdasarkan penelitian, 90% gula tambahan digunakan dalam produk susu, disusul dengan produk buah-buahan sekitar 80%, sedangkan jeli sirup, madu sebanyak 50%.

Selain mengubah gaya hidup, cara mencegah penyakit diabetes lainnya adalah mengonsumsi kulit manggis. Kulit manggis mengandung konsentrasi antioksidan yang tinggi, karbohidrat, serat dan kaya akan vitamins dan minerals. Dengan sifat ini, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk memerangi kekurangan dan penyakit secara alami. Karena Menurut Dr Templeman, zat xanthones (antioksidan yang ditemukan pada kulit manggis) bertindak untuk mengurangi resistensi insulin, yang rusak dalam diabetes. Jumlah antioksidan hadir dalam kulit manggis menawarkan beberapa manfaat bagi penderita diabetes mellitus, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Antioksidan kuat hadir dalam buah ini, karena mampu meningkatkan kontrol glukosa secara efektif pada pasien yang pankreas terus menghasilkan insulin.

Penyakit diabetes melitus di Indonesia bisa menyerang siapa saja, termasuk yang masih muda. Kabar baiknya adalah penyakit ini bisa dicegah dengan cara mengubah gaya hidup. Jangan terlalu gemuk, jangan banyak makan makanan yang berlemak dan manis dan perbanyaklah gerak. Terakhir, terapkan cara mencegah penyakit diabetes dengan tidak mengonsumsi gula tambahan dalam minuman dan makanan. Menurut salah seorang ahli gizi, gula tambahan merupakan gula yang didapat dari proses kimiawi kemudian ditambahkan dalam produksi makanan.

Posted in Diabetes